Latest Posts

Aku ada satu phobia yang aku cipta dalam minda. Nama dia Gamophobia dan philophobia . Dulu, aku tak tahu pun pasal istilah ni. Aku cuma p...

Aku ada satu phobia yang aku cipta dalam minda. Nama dia Gamophobia dan philophobia. Dulu, aku tak tahu pun pasal istilah ni. Aku cuma percaya pada prinsip yang satu aku selalu pegang bila ia berkisar soal 'masa depan'.

happy,

Untuk kesekian kalinya aku menaip ayat yang sama:

"Kalau kita mahu jadi yang pertama untuk orang itu, kita pun mestilah jadikan dia yang pertama untuk kita."

Prinsip itu menjadi benteng pada aku bila aku sudah mula lagha. Bukan sebab aku tak normal, aku single. Tapi, sebab aku cukup waraslah aku pilih untuk single. Katalah aku loser sekalipun, asalkan hati itu aku memang jaga untuk yang selayaknya.

Sebab aku bukan malaikatlah aku letak sempadan.
Dan aku sejenis manusia yang setia pada prinsip.

Apa yang lebih teruk dari single? -kahwin dengan orang yang salah-

Berapa ramai orang masih mencari the other half, the other significant, the other...the other bla bla bla? 

Kenapa tidak cari saja diri kamu yang hilang disebabkan terlalu mencari the other kamu itu?

Aku tidak bantah jika kamu punya bf/gf untuk berkongsi suka duka, tapi aku minta sedikit hormat dari kamu agar tidak pertikai pada manusia yang sukar memberi komitmen pada hubungan emosi. 

Single tak bermaksud dia seorang yang sadis. 
Sendiri tak bermaksud dia tidak laku.
Sendiri itu dia yang pilih.

Dia pilih untuk hidupkan hidupnya dahulu baru mencari hidup lain.
Dia punya misi, dia punya visi. 
Sedikit pun dia tidak kisah pada hubungan emosi yang mungkin melambatkan perjalanan hidup dia untuk mencapai impian.

Aku tak bermaksud untuk berkasar dalam perkara begini. Tapi, realitinya aku lebih selesa sendiri.
Sendiri sakit, sendiri rawat.

Aku hormat mereka yang punya ruang dan masa serta komitmen dalam hubungan emosi ini. Bahkan aku tabik dan kagum. Aku yang sendiri ini pun masih sukar mengendali hati dan emosi sendiri apatah lagi kalau berdua, bertiga, kita berdansaa. Ok stop!

Aku 25 dan single.
Dah macam tajuk confession dekat IIUM tu. Beza dia, aku tak guna platform IIUM. Tu je...

Dalam 24 tahun 8 bulan hidup ni, aku rasa puas dan bahagia sebab masih punya keluarga, kawan, kerja, belajar, rumah, kereta. Cukup lengkap sudah rasa puzzle hidup itu. Cuma ada satu piece hilang. Hahahaha sebab piece itu aku terbuang dengan sengaja. Aku pilih untuk buang.

Sejak dua menjak ni macam kerap pulak aku rant soal hati. (Kalau perasanlah, kalau tak perasan...fuh! selamat gua!)

Adakah hati aku ni sudah parah perangnya? Sampai aku sendiri seakan tewas untuk berjuang bersama hati sendiri? Seakan mahu mungkir prinsip dan janji pada diri? Adakah aku terlalu berkeras dalam isu ini sampai aku sukar bezakan...

Aku jaga hati atau menjaga ego?
Aku sendiri pun dah keliru.
Sebab aku rasa ia bukan keperluan. Lagi-lagi lepas tengok teater Gamophobia. Dasyat betul penangan teater tu pada aku.

Soalan ini aku boleh terima: Sudah kahwin ke belum?
Tapi soalan ini sila blah: Kenapa belum kahwin?

Sebab lifetrack semua orang tak pernah sama. Lagi sekali aku ulang, sebab life track semua orang takkan pernah sama. 

Entri ni aku dah ambil masa tiga hari untuk post. Nampak macam simple nak akur. Tapi hati bertingkah. The other aku mahu menjadi nomad, the other pulak nak jadi normal, dan the other nak jadi superheroes. Jadi Vibe, sama geng dengan Cisco.

In case kalau korang yang baca entri ni ada terserempak dengan aku dekat luar sana ke apa ke an, please...stop asking me this question once I told you my age. Aku ni malas benar nak menipu orang sebenarnya. Tapi, aku pun penat nak ulang cerita sama. Same old same old stories.

Ini aku yang 25 pun bising semacam bila orang tanya soalan ni, yang lebih pada tu?
Kami tak mintak simpati kami cuma mahu kalian hormati pendirian individu.

InsyaAllah aku up entri punya kalau phobia aku hilang. (Jangankan korang, aku sendiri wonder bila phobia itu akan hilang.) Buat masa sekarang, aku lebih suka begini. Sibuk sendiri. Sebab requirement aku tinggi, jadi preparation makan masa. 

Aku pilih single, sebab aku tahu aku tak reti dan tak gemar masak.
Aku stay single, sebab aku tak reti jaga hati orang.
Aku single sebab aku malas nak ambil pusing hal orang.
Jadi untuk bahagia, aku pilih single.

and this is my story.

I'm 25 and I am single and happy!

A warm reminder: Kindly leave if you don't like to read about the sponsored post. ? But, if you're searching for the luxury corporat...


A warm reminder: Kindly leave if you don't like to read about the sponsored post. ?



But, if you're searching for the luxury corporate gifts, then keep reading.

Let's say, you just want to give somebody a luxury present, but you get stuck in finding a perfect gift. Argh! I hate to give something to someone without a passion. It's like giving them a "living corpse". Then how we can help you to find the fresh bloody present?

Here come the rescue: the Gift Less Ordinary.


gifts, luxury, corporate

Before I go too far for the present, let's have a brief introduction about Gift Less Ordinary.

It's a luxury corporate giving whereas all the gifts are made from leather, wood/bamboo, with an authentic and vintage look. If you give a look at this link, http://giftslessordinary.com/sgcorp/, I'll guarantee that you already imagined the person that deserves this present.


Of course, the suitable person is YOU! I would love to treat myself first after a long hectic year. Then I will consider about the next person. Or maybe you can use this website if you out of an idea to buy a gift for someone you love. The best part of all the gifts in this website are the designs are suitable for all occasions.


Don't worry to give a try to your minimalist friends because the gift from Gifts Less Ordinary has are mostly minimized.



There are certain reasons why shopping gifts online are  the best way to give a present:

1- Plenty of choices

2- Vintage, unique and authentic

3- Of course doesn't need to go offline and get tired of searching the perfect present. I'm telling you about saving time.

4- We can personalise the gifts

"Oh, did you know that Gifts Less Ordinary recently launched their corporate gifting website in Singapore?"

If you don't know, then you should check it out now! I'll guarantee that you will never leave that website without buying anything. Because who doesn't love the authentic and unique present? Don't forget to bookmark the website first.

The currency used to show the price on this website are in SGD, GBP and HKD. So you need to convert the currency by yourself. I bet the price would be nice if MYR is at the same level as SGD. ?


I already fall in love with Maria Allen Boutique!


keyring, logo, personalized


If you think about to market your brand by using the personalised wooden key ring, then go for it! Can't wait to have one and I'll support your brand!?


mug, bamboo, travel


Whoever gives me this, you're rock!


What about the shipping?


Now, you're worried huh? The big deal when doing the online shopping is the delivery charge. The delivery charges may be applied to all countries except Singapore, Hong Kong, Australia and The U.S. (I wish they grow faster all around the world. Then, no need to pay for delivery charges. ?)


If you still cannot take your eyes off this present, then you should stalk they here


http://giftslessordinary.com/sgcorp/


Other than that you can give a glance on:


https://web.facebook.com/giftslessordinary


https://www.pinterest.com/Giftslessord/


https://www.instagram.com/giftslessordinary/



A warm reminder: Kindly leave if you don't like to read about the sponsored post. 😊 But, if you're searching for the luxury co...

A warm reminder: Kindly leave if you don't like to read about the sponsored post. 😊
But, if you're searching for the luxury corporate gifts, then keep reading.

Let's say, you just want to give somebody a luxury present, but you get stuck in finding a perfect gift. Argh! I hate to give something to someone without a passion. It's like giving them a "living corpse". Then how we can help you to find the fresh bloody present?

Here come the rescue: the Gift Less Ordinary

gifts, luxury, corporate

Before I go too far for the present, let's have a brief introduction about Gift Less Ordinary

It's a luxury corporate giving whereas all the gifts are made from leather, wood/bamboo, with an authentic and vintage look. If you give a look at this link, http://giftslessordinary.com/sgcorp/, I'll guarantee that you already imagined the person that deserves this present.

Of course, the suitable person is YOU! I would love to treat myself first after a long hectic year. Then I will consider about the next person. Or maybe you can use this website if you out of an idea to buy a gift for someone you love. The best part of all the gifts in this website are the designs are suitable for all occasions. 

Don't worry to give a try to your minimalist friends because the gift from Gifts Less Ordinary has are mostly minimized. 

There are certain reasons why shopping gifts online are  the best way to give a present:

1- Plenty of choices
2- Vintage, unique and authentic
3- Of course doesn't need to go offline and get tired of searching the perfect present. I'm telling you about saving time.
4- We can personalise the gifts

"Oh, did you know that Gifts Less Ordinary recently launched their corporate gifting website in Singapore?"

If you don't know, then you should check it out now! I'll guarantee that you will never leave that website without buying anything. Because who doesn't love the authentic and unique present? Don't forget to bookmark the website first. 

The currency used to show the price on this website are in SGD, GBP and HKD. So you need to convert the currency by yourself. I bet the price would be nice if MYR is at the same level as SGD. 😅 

I already fall in love with Maria Allen Boutique! 

keyring, logo, personalized

If you think about to market your brand by using the personalised wooden key ring, then go for it! Can't wait to have one and I'll support your brand!😎
mug, bamboo, travel

Whoever gives me this, you're rock!

What about the shipping?
Now, you're worried huh? The big deal when doing the online shopping is the delivery charge. The delivery charges may be applied to all countries except Singapore, Hong Kong, Australia and The U.S. (I wish they grow faster all around the world. Then, no need to pay for delivery charges. 😅)


If you still cannot take your eyes off this present, then you should stalk they here

Other than that you can give a glance on:

Masuk bulan Ogos ni, maka genaplah  tiga bulan setengah aku naik public transport bergelar uber dan grab car ni. Jangan persoal kenapa aku t...


Masuk bulan Ogos ni, maka genaplah tiga bulan setengah aku naik public transport bergelar uber dan grab car ni. Jangan persoal kenapa aku tak naik bas. Dia akan jadi isu masa vs duit. Sebab aku sayang masa maka, aku pilih uber dan grab.


Biasanya jarak dari tempat kerja aku dan rumah adalah 6.2km (dengan menggunakan highway).


Jadi range normal tambang aku antara RM9 - RM13. Kalau kurang dari tu memang murahlah dan kalau lebih dari tu...memang mahal!


Dua-dua servis ni ada pros and cons dia. So far aku tak menangkan mana-mana pihak sebab dua-dua okaylah...nak kata tip top pun, dua-dua lebih kurang.


Ini adalah review bagi uber dan grab car dikawasan Shah Alam/Klang berdasarkan pengalaman penulis.


Dalam entri ni aku akan buat beberapa senarai yang menjadi faktor dan sebab aku pilih antara Grab Car dan Uber.


1. Tambang.


Grab Car: Tambang dia telus. No hidden fees yang dikenakan. Melainkan kalau perjalanan kita tadi ada melibatkan tol. Kalau dalam booking tu dia tulis harga RM9, maka RM9 jugalah yang kita akan bayar setibanya di destinasi tadi.


Uber: Kalau bukan peak time, harga dia tak berubah masa kita tengok awal booking. Tapi...haaa tapi kalau tetiba kita terlibat dalam jammed or mana-mana laluan yang bergerak secara perlahan tu, baiklah pilih Grab Car...sebabnya Uber automatik akan kira jarak jammed tadi macam teksi meter.


Tak pasal-pasal tadi awal book RM9 boleh jadi RM14. Aku dah kena lebih kurang tiga kali macam ni. Satu masa ada lawan bola dekat stadium shah alam, dua masa musim nak dekat raya, tiga sebab ada accident dekat simpang nak keluar highway. ?


2. Khidmat mesra


Dua-dua sama. Sebab dia tertakluk pada pemandu. Tapi semalam aku naik uber yang dipandu oleh seorang veteran yang sangat penuh tatasusila dalam pemanduan. Rate dia dalam uber pun tinggi. Selepas dengar perkongsian dia semalam, no wonderlah orang rate dia tinggi.


Beliau kata;

"Memandu uber dan grab car bukan sebab untuk cari duit lebih. Kalau sekadar nak cari duit lebih, kita akan cenderung kepada stress, tak ambil kisah pasal penumpang, kita tak jaga adab pemanduan...bagi saya memandu uber ni lebih kepada mencari pengalaman. Belajar tentang karenah manusia diatas jalan dan memahami penumpang. Bila kita enjoy kerja sebagai pemandu, kita akan seronok."

Dan aku rasa bertuah sebab dapat naik uber dengan pak cik tu dua kali!


Setuju sangat sebab aku pernah naik uber yang pemandu dia siap demand lagi. Ada jugak pemandu Grab car tu tak reti sabar. Disebabkan aku serik setiap kali book kena tunggu terpacak macam tiang 10-15 minit, maka aku selalu order awal.


Entah macam mana pemandu tu naik angin sebab dia kena tunggu aku 3 minit. Aku pun...senyaplah..dah salah aku tak sengaja. End up aku malas nak layan dia. Bulan puasa pulak masa tu. Aku fikir, mungkin dia moody sebab tak dapat sahur kot.


3. Keselesaan kereta.


Dua-dua sama. Takde beza.


4. Promotion


Grab Car: Lagi banyak promotion berbanding Uber. Macam hari tu Grab ada buat collaboration dengan Traveloka. Time ni aku sanggup guna Grab dari Uber semata-mata nak ambil peluang menang tiket dari traveloka. Tapi, dah tamat. Tak tau siapa yang bertuah tu. Dahlah world wide dia buat. Huhuhuhu


5. Friendly apps.


Aplikasi Grab Car lagi mesra pengguna. Dari segi interface dia. Pastu kita boleh collect point untuk redeem apa-apa yang ditawarkan dalam apps tu.


member, points


Points tu jugak tentukan kita punya membership. Dia ada empat peringkat; Member, Silver, Gold, Platinum. Sekarang aku masih dekat Silver. Masih dalam misi untuk unlock ke peringkat Gold. Ni yang lagi eksited guna Grab even dia mahal seringgit dua dari Uber.



grab,member


Grab boleh jimat dengan cara GrabShare. Tapi kalau tak nak lambat, jangan mengada guna GrabShare.


Uber dia terlalu simple sampai kadang tu rasa annoying nak guna apps dia. Dia takde apa-apa point yang kita boleh tebus. Such a boring apps. hahahahaha Dia hanya ada rate kita yang diberi oleh pemandu uber. Argh! siapa suka kena rate kan?? hahahaha aku punya rate 4.77 je?...Uber buat aku rasa muhasabah setiap kali lepas guna.


Sebagai konklusinya dari segi kutipan bintang untuk semua faktor di atas tadi, aku kasi....


rate, star,


Dua-dua aku akan guna. Even aku tak gemar Uber punya apps, tapi dia masih membantu aku untuk lebih jimat. Sikitlah...Dan Grab kadang bila guna promo, tak ramai pemandu yang akan ambil. Itu kata pemandu sendirilah. Aku pun tak faham konsep tu. Janji dapat tambang murah..?


Suka aku tekankan lagi sekali, review ini adalah dari sudut pandangan aku yang baru tiga bulan berturut-turut naik Grab Car dan Uber bagi kawasan Klang/Shah Alam. Sampai semua orang mempertikaikan betapa tidak ekonomikalnya aku. Tapi, alhamdulillah...so far semuanya tertampung.


Mungkin grab dan uber dekat kawasan korang ada lainnya sikit. So, apa kata share pengalaman korang pulak sepanjang menggunakan perkhidmatan Uber dan Grab car ni.. Korang akan pilih mana satu, UBER atau GRAB?



Masuk bulan Ogos ni, maka genaplah  tiga bulan setengah aku naik public transport bergelar uber dan grab car ni. Jangan persoal kenapa aku...

Masuk bulan Ogos ni, maka genaplah tiga bulan setengah aku naik public transport bergelar uber dan grab car ni. Jangan persoal kenapa aku tak naik bas. Dia akan jadi isu masa vs duit. Sebab aku sayang masa maka, aku pilih uber dan grab. 


Biasanya jarak dari tempat kerja aku dan rumah adalah 6.2km (dengan menggunakan highway). 
Jadi range normal tambang aku antara RM9 - RM13. Kalau kurang dari tu memang murahlah dan kalau lebih dari tu...memang mahal!

Dua-dua servis ni ada pros and cons dia. So far aku tak menangkan mana-mana pihak sebab dua-dua okaylah...nak kata tip top pun, dua-dua lebih kurang. 

Ini adalah review bagi uber dan grab car dikawasan Shah Alam/Klang berdasarkan pengalaman penulis.

Dalam entri ni aku akan buat beberapa senarai yang menjadi faktor dan sebab aku pilih antara Grab Car dan Uber.

1. Tambang.
Grab Car: Tambang dia telus. No hidden fees yang dikenakan. Melainkan kalau perjalanan kita tadi ada melibatkan tol. Kalau dalam booking tu dia tulis harga RM9, maka RM9 jugalah yang kita akan bayar setibanya di destinasi tadi.

Uber: Kalau bukan peak time, harga dia tak berubah masa kita tengok awal booking. Tapi...haaa tapi kalau tetiba kita terlibat dalam jammed or mana-mana laluan yang bergerak secara perlahan tu, baiklah pilih Grab Car...sebabnya Uber automatik akan kira jarak jammed tadi macam teksi meter. 

Tak pasal-pasal tadi awal book RM9 boleh jadi RM14. Aku dah kena lebih kurang tiga kali macam ni. Satu masa ada lawan bola dekat stadium shah alam, dua masa musim nak dekat raya, tiga sebab ada accident dekat simpang nak keluar highway. 😓

2. Khidmat mesra
Dua-dua sama. Sebab dia tertakluk pada pemandu. Tapi semalam aku naik uber yang dipandu oleh seorang veteran yang sangat penuh tatasusila dalam pemanduan. Rate dia dalam uber pun tinggi. Selepas dengar perkongsian dia semalam, no wonderlah orang rate dia tinggi. 

Beliau kata; "Memandu uber dan grab car bukan sebab untuk cari duit lebih. Kalau sekadar nak cari duit lebih, kita akan cenderung kepada stress, tak ambil kisah pasal penumpang, kita tak jaga adab pemanduan...bagi saya memandu uber ni lebih kepada mencari pengalaman. Belajar tentang karenah manusia diatas jalan dan memahami penumpang. Bila kita enjoy kerja sebagai pemandu, kita akan seronok."

Dan aku rasa bertuah sebab dapat naik uber dengan pak cik tu dua kali! 

Setuju sangat sebab aku pernah naik uber yang pemandu dia siap demand lagi. Ada jugak pemandu Grab car tu tak reti sabar. Disebabkan aku serik setiap kali book kena tunggu terpacak macam tiang 10-15 minit, maka aku selalu order awal. Entah macam mana pemandu tu naik angin sebab dia kena tunggu aku 3 minit. Aku pun...senyaplah..dah salah aku tak sengaja. End up aku malas nak layan dia. Bulan puasa pulak masa tu. Aku fikir, mungkin dia moody sebab tak dapat sahur kot.

3. Keselesaan kereta.
Dua-dua sama. Takde beza.

4. Promotion
Grab Car: Lagi banyak promotion berbanding Uber. Macam hari tu Grab ada buat collaboration dengan Traveloka. Time ni aku sanggup guna Grab dari Uber semata-mata nak ambil peluang menang tiket dari traveloka. Tapi, dah tamat. Tak tau siapa yang bertuah tu. Dahlah world wide dia buat. Huhuhuhu

5. Friendly apps.
Aplikasi Grab Car lagi mesra pengguna. Dari segi interface dia. Pastu kita boleh collect point untuk redeem apa-apa yang ditawarkan dalam apps tu. 

member, points

Points tu jugak tentukan kita punya membership. Dia ada empat peringkat; Member, Silver, Gold, Platinum. Sekarang aku masih dekat Silver. Masih dalam misi untuk unlock ke peringkat Gold. Ni yang lagi eksited guna Grab even dia mahal seringgit dua dari Uber. 

grab,member

Grab boleh jimat dengan cara GrabShare. Tapi kalau tak nak lambat, jangan mengada guna GrabShare.

Uber dia terlalu simple sampai kadang tu rasa annoying nak guna apps dia. Dia takde apa-apa point yang kita boleh tebus. Such a boring apps. hahahahaha Dia hanya ada rate kita yang diberi oleh pemandu uber. Argh! siapa suka kena rate kan?? hahahaha aku punya rate 4.77 je👽...Uber buat aku rasa muhasabah setiap kali lepas guna. 

Sebagai konklusinya dari segi kutipan bintang untuk semua faktor di atas tadi, aku kasi....

rate, star,

Dua-dua aku akan guna. Even aku tak gemar Uber punya apps, tapi dia masih membantu aku untuk lebih jimat. Sikitlah...Dan Grab kadang bila guna promo, tak ramai pemandu yang akan ambil. Itu kata pemandu sendirilah. Aku pun tak faham konsep tu. Janji dapat tambang murah..😉

Suka aku tekankan lagi sekali, review ini adalah dari sudut pandangan aku yang baru tiga bulan berturut-turut naik Grab Car dan Uber bagi kawasan Klang/Shah Alam. Sampai semua orang mempertikaikan betapa tidak ekonomikalnya aku. Tapi, alhamdulillah...so far semuanya tertampung. 

Mungkin grab dan uber dekat kawasan korang ada lainnya sikit. So, apa kata share pengalaman korang pulak sepanjang menggunakan perkhidmatan Uber dan Grab car ni.. Korang akan pilih mana satu, UBER atau GRAB?

Selepas beberapa tahun membuat research, naluri aku kuat mengatakan tahun ini adalah tahun pembuktian yang aku harus mengambil langkah besar...


Selepas beberapa tahun membuat research, naluri aku kuat mengatakan tahun ini adalah tahun pembuktian yang aku harus mengambil langkah besar dalam dunia blogging. Sebesar mana itu termasuklah overhaul blog ni.


Antara perkara yang termasuk dalam end-year blog missions aku adalah:


1- Tukar blog platform


Ini adalah keputusan yang paling sukar sekali bagi aku. Dah lama terbiasa dengan blogger tetiba nak tukar ke wordpress, uh....siapa pun takkan kata senang. Tapi, since aku ada plan yang besar untuk blog ni pada jangka masa yang panjang, maka aku HARUS tukar blog platform. Bila? InsyaAllah dalam tempoh empat bulan ni.


Kalau ada entri pasal pertukaran platform tu nanti, tandanya nak dekatlah tu. ^_^


2- Brand the blog


Haa....yang inilah faktor utama yang menyebabkan aku buat misi pertama. I have to get my own blogging brand. Blogging memang seronok, dan lagi bertambah seronok kalau dari blog tu aku dapat tunaikan semua impian aku. It's start with blog...^_^


Stop wishing and start doing!


3- I'm gonna open an eCommerce shop!


Walah!!! Akhirnya aku berjaya menyimpan modal untuk buka eCommere shop sendiri! Ini adalah langkah yang paling besar sepanjang aku menceburi dunia blogging. Blog + eCommerce shop? It's gonna be awesome! InysaAllah niche blog aku takkan lari. Masih lagi berkisar tentang life seorang budak ambivert yang berangan hatinya made in German. ^_^


InsyaAllah aku akan up entri special untuk barang yang akan disenaraikan dalam e-Shop tu nanti.


4- Overhaul my social media account.


Semalam aku dah buka akaun facebook baru demi blog branding. No more yuhaadie facebook. Akaun tu aku scroll semalam terasa macam; 'Bapak tak matang giler aku punya status! dahlah guna shortform. ish ish ish...'. So, aku decide untuk delete that facebook and replace it with the new account.


Sebenarnya berbelah bagi jugak, sebab the hardest part of ending is starting over again...right?


5- Coming soon!


***


Become an ambivert is hard. Because, when your extrovert part getting excited exploring the new world, but your introvert part keeps holding on your old sweet memories which make your moves stuck between that. It's okay, I know my introvert part will thank me later. ^_^

Maka terjadilah pertempuran antara dua indentiti dalam satu jasad.  Let's see who gonna win the battle?

InsyaAllah, doakan segala prosesnya berjalan dengan lancar. Aku masih akan buat annual contest dalam blog. Hadiah dia akan semakin awesome dan rare. Akhir kata, semoga semua misi kalian dalam apa jua bidang turut dipermudahkan.


Enjoy blogging!