5 Tips To Buying A Home in Sea Pines

December 10, 2018

Buying a home can be one of the most excruciating and overwhelming experiences more so for first-time buyers. Setting out to find the right house is never an easy task. It involves complex issues right from the start to the end when you finally move in. Sea Pines is one of the highly sought private residential places on the Hilton Head Island. The neighborhood boasts of a vast number of residential properties magnificently built with a blend of different architectural tastes. Sea Pines is the place for you for that perfect home near the ocean.


Below is a home guide with essential tips to help you make the best buying decision:-

1. Determine the Community Type



One of the essential tips you should focus on is the issue of community. Does the thought of living in a gated community thrill you enough? Or perhaps you are the kind who prefers a private residential area? Well, at Sea Pines you have the luxury of choosing from a wide array of options. Apartments in a lovely gated community or Villas safely nestled in secluded places are all available at sea pines real estate for sale.

2. Do You Prefer Interior or Exterior Side

Hilton Head Island is surrounded by the Atlantic Ocean and the seaside beaches. Properties on this island are of two categories; those located near the waters and those located inland. So, if you are a lover of the deep-waters and the blue ocean scenery then Calibogue Cay, Oceanside, and South Beach neighborhoods should be the best places for you.


If you enjoy being tucked away quietly in secluded areas with trees and beautiful golf courses surrounding you, then Club Course, Harbour Town, and Central Plantation neighborhoods should work finer for you. Either way, the Sea Pines houses are individually furnished allowing you to customize them further to your preference.

3. Determine Your Home Needs

If you need a place that will offer you the best value for your money, Sea Pines is the place to be. Based on your needs, at Sea Pines, you will not miss finding a home that will be appropriate for you and your family. Knowing your home needs will ensure that you can get the right home without stressing much. For instance, a perfect address if you happen to be a retiree would be the Residents Club located just outside the Sea Pines Country Club.

4. Assess the Amenities Nearby



Sea Pines is one of the popular neighborhoods in Hilton Head Island. You will have the privilege of being close to various splendid and exclusive lifestyle amenities. Sports facilities including water sports facilities, golf courses, and tennis courts, dining centers, forest preserve, sandy beaches, schools, luxurious hotels and lodges are all available within the Sea Pines neighborhood. For instance, if you enjoy the tranquility of the forest environment, then a home near the Sea Pines Forest Reserve will be your best bet.

5. Do a Thorough Home Inspection

Once you have finally settled on the home you want to purchase at Sea Pines; the next step should be ensuring the house is inspected thoroughly. Paying a premium price for a substandard house is pointless. Nobody wants to be burdened by their dream home.

Ensure that the structural inspection of the home is done and that any outstanding issues resolved before the transaction is complete. If possible hire the services of a personal inspector to inspect the house for you. Likewise, an excellent real estate agent will be better placed to assist you where possible.

Pamitan sebuah December

December 02, 2018

December.

Bulan aku kata dia. Ah, selamat hari tua bisiknya sendiri. Umur sudah meningkat tiada apa perlu dinafikan selain menjalani hari-hari dengan penuh kematangan. DEWASA. Walau itu suatu situasi yang dia cuba elak. Kalau boleh...tapi sayangnya, istilah 'bila orang dah besar nanti' kian menghampiri dan menjengah kepala. Ah, sudah.....

Terima kasih buat keluarga, rakan Facebook, rakan instagram, rakan realiti, rakan taulan yang mengenali insan yang memakai nama SofieAdie ini. 

Jujur aku agak terharu dengan semua ucapan ini. Buat mata berlinang kala membaca...ah aku semakin emosi sejak hidup berteman Tuhan dan AlQuran. Jiwa seakan mudah sangat terjentik. Tapi, itu semua aku simpan hanya buat tatapan dalam bentuk tulisan. Realitinya, aku pakai topeng senyuman agar dunia tidak perlu gusar jiwa yang semakin tenggelam ke dasar yang aku tidak pasti kedalamannya....


Sudah, sudah dengan ayat-ayat deep yang tak semua orang pandai snorkel untuk memahami tulisanmu itu. So, December, my month...what we gonna do? 

Nah, I think I just wanna be chill, relax, enjoy the moment, stop the rat race....dan hidup. Hahahahah Haila, hidup ni adalah tugasan yang paling susah. Dia seronok memang seronok dapat hidup, berpeluang menjadi manusia instead of makhluq atau jamadat yang lain. Punya perasaan, punya tanggungjawab, punya tekad dan semangat...tapi sampai satu masa....hentian itu memanggil untuk aku belajar erti rehat buat seketika. Dan ya, kini aku berada dalam fasa 'rehat' itu. 

Aku berhenti jadi apa yang orang lain mahu aku jadi. Ya, aku tahu aku akan mengecewakan kalian. Walau dari dulunya tak pernah memberi sebarang kebaikkan dari hidupnya aku. Tapi, aku belajar...belajar untuk bersikap lebih terbuka walau iakan melukakan. Belajar untuk menerima dengan lapang dada setiap dari tindakan yang aku pilih. Kita masih belajar erti sebuah kehidupan. 

Sambutan hari lahir kali ini sukar untuk diterjemahkan. Kadang aku hanya mengikut gerak hati dimana aku perlu memainkan peranan sebagai manusia waras. Kewarasan yang kian hilang bila kau terlalu lama bertapa. Bertapa bahagia....

Cerita sebelum December, aku jumpa ustazah yang banyak memberi sokongan untuk aku kuat dari segi kebergantungan pada Tuhan. Aku tahu, tanpa umi ayah aku memang tak menjadi manusia. Tanpa insan kiri dan kanan yang mendoakan barangkali aku sudah lama meringkuk di jalanan. Syukur, Alhamdulillah masih punya insan yang sudi mengutip diri ini....

Pamitan bagi penghujung 2018. 

Aku banyak lalui kerja-kerja gila. Yang kadang aku sendiri mempersoalkan kenapa aku lakukan jua walau aku sudah tahu penghujungnya. Kata dia, bukan selalu buat kerja gila. Mencipta satu babak drama kehidupan yang akan kau kenang sampai bila-bila. Tapi....


Aku gusar, gusarkan tidak bertemu aku yang satu itu. Aku yang pernah bersemangat waja untuk teruskan hidup. Ah, nampak gaya aku sudah kejutkan 'mereka' dari tidur. Mereka yang berhati tisu, minta hidupnya disingkatkan. Allahuakbar.....hargailah hadiah sebuah kehidupan ini duhai jiwa nan satu. Aku tahu, kau tidak mahu....berdoalah...doa agar penghujung hidup kita sama-sama berakhir dengan husnul khatimah. Menjadi seperti hero idaman kita, Uwais Al-Qarni. Kau juga pernah pinta dan panjatkan doa mahu menjadi seperti beliau bukan?

Ya...dia diuji dengan perkataannya sendiri. Aku takut untuk berkata lebih walau ujian itu sungguh dia rindu. Tanpa sedar ia mendewasakan jiwa mereka. Mendewasakan cara mereka berfikir, memahami dan akhirnya diam meneleku di tikar sejadah. Tidak terungkap rasanya. Tapi dia yakin. Yakin yang doa itu ampuhnya boleh kalahkan pedang dan mata pena yang tajam....

Tulisankan tetap menjadi saksi. Orangkan tetap berdiri mengharungi December bulan terakhir bagi tahun Masihi....


Orang.

Orang sentiasa ada. Kalian tahu mana orangkan bersemadi.
Dalam setiap huruf yang tergarap itu kuburannya.
Dalam setiap bait perkataan itu nisannya.
Dalam patah perenggan itulah peneman jiwa sang penglipur lara yang masih belajar kedamaian sebuah kehidupan berlapang dada.
Dia sudah ucap, dia terima apa jua keputusan.
Apa yang harus ditakutkan?
Terima tolak itu bukan lagi jawapan.
Yang tinggal hanya Dia...kita, cara menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan. 

Aku hanya entiti yang mengubah satu titik menjadi garis dan dari garisan tercipta pelbagai bentuk yang lain. Terpisah atau bercantum itu ruangnya ada dibalik Hijab Wakanda. Hijab yang tak semua dapat rasa. Yang nyata, dunia itu dia rasa....
© SOFIE ADIE. Design by FCD.