BERHENTI

Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on pinterest
Pilihan kehidupan
Come back blog mission
Blog Migration Notice
Hilang
Berhenti!
Berhenti kata dia.
Berhenti seketika. Demi mencari satu nafas baru.
Namun tidak kata alam.
Kau harus teruskan perjalanan tanpa sebarang henti.

Aku lelah duhai alam,
aku sudah lelah duhai kawan…
Apa yang meruntun jiwamu duhai teman?

Sendu.
“Kenapa?” tanyaku.
Kenapa aturan itu selalu tidak selari dengan waktu?
Kenapa aku harus bisu disaat teriakan jiwa itu semakin bingit dan memekakkan ragaku?
Kenapa tidak kau lolongkan suaramu?

Aku tak punya kuasa.

“Tekanan itu tercipta bagi menggilap dirimu kawan. Ia adalah proses yang kau tak harus langkau. Mahu atau tidak kita harus tempuhi waktu itu…”

Tapi, aku cuma mahu berhenti. Seketika cuma. Tidakkah kau mengerti?
Teman, mahu atau tidak kau harus berkorban. Pengorbanan yang kau tidak rela itulah boleh jadi kekuatan kau paling gemilang. Siapa tahu…

Berhenti mengharap pada yang binasa untuk bahagia,
berhenti berharap suara diakan didengar,
berhenti menagih perhatian yang satu pun tidak punya nilai…
berhenti berkata pada suatu yang tidak punya makna…
dia hanya berhenti menjadi manusia yang pernah ceria suatu tika…

Berhenti.
Hijab dunianya semakin membesar.
Radiusnya kian berkembang.
Dunia yang penuh dengan kegelapan..
Kelam yang menjadi teman.
Wujud cuma satu cahaya.
Penyeri saat dia kegalauan…

Berhenti.
Malangnya tiada istilah berhenti dalam intipati dunianya.
Maka dia harus berjalan.
Berjalan tanpa henti.
Kerna penantian itu menyeksakan….

Keep reading on

Any thought?

0 thoughts on “BERHENTI”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Thank  
you
 for reading